Hong Kong tengah mengalami musim flu musim panas yang berkepanjangan dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Demikian disampaikan Edwin Tsui, kepala Pusat Perlindungan Kesehatan (Centre for Health Protection), pada hari Kamis (22/10/2026), seperti dikutip RTHK.
Ia mengatakan bahwa musim flu ini telah memasuki minggu ke-16. “Tahun lalu, musim flu berakhir sekitar minggu ke-18,” kata Tsui dalam sebuah program radio RTHK.
“Saat ini, kita sudah memasuki minggu ke-16 musim flu dan belum terlihat tren penurunan yang jelas. Oleh karena itu, saya memperkirakan musim flu musim panas tahun ini akan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Tsui menjelaskan bahwa musim flu yang berkepanjangan ini berkaitan dengan perubahan jenis virus yang dominan. Yakni, virus influenza A H3 mendominasi sejak akhir Juni, kemudian digantikan oleh virus H1 pada bulan Agustus.
Data terbaru menunjukkan bahwa tahun ini, 25 anak telah dirawat di unit perawatan intensif (ICU) atau meninggal dunia akibat flu parah. Lebih dari 80 persen di antaranya belum divaksinasi atau memiliki penyakit kronis. Dua anak telah meninggal dunia, termasuk seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang mengembuskan napas terakhir pada hari Selasa.
Di kalangan orang dewasa, sebanyak 841 orang telah dirawat di ICU atau meninggal dunia—angka ini meningkat tajam dibandingkan 490 orang pada tahun sebelumnya. Tsui menyebutkan bahwa proporsi sampel pernapasan yang dinyatakan positif flu selama sebulan terakhir berkisar antara 10 hingga 12 persen—hampir dua kali lipat dari angka dasar (baseline).
Tingkat rawat inap mencapai 0,4 hingga 0,7 per 10.000 penduduk, atau dua hingga tiga kali lipat dari tolok ukur yang ada, yang menandakan tingginya aktivitas virus flu. “Wabah flu tahun ini sebenarnya tidak lebih ringan daripada tahun lalu. Pertama-tama, saya berharap masyarakat tetap waspada dan tidak menganggap remeh flu seolah-olah hanya penyakit biasa,” kata Tsui.
Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait penurunan tingkat vaksinasi flu dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tsui mengungkapkan bahwa program vaksinasi flu yang diluncurkan bulan lalu telah mencatatkan pemberian lebih dari 900.000 dosis sejauh ini—angka ini menunjukkan penurunan sebesar 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Tingkat vaksinasi mengalami penurunan di semua kelompok usia. Kelompok usia 2–5 tahun dan 6–11 tahun mencatat penurunan hampir lima poin persentase, sementara tingkat vaksinasi bagi kelompok lansia di masyarakat turun sebesar 1,8 poin persentase.



