Hong Kong diperkirakan akan mengalami hujan disertai angin kencang, badai petir, dan gelombang laut tinggi pada akhir pekan ini. Hal itu disebabkan oleh interaksi antara sistem tekanan rendah yang luas di Laut Tiongkok Selatan dengan angin monsun timur laut yang sedang berlangsung.
Demikian peringatan yang dikeluarkan oleh Observatorium Hong Kong, dikutip The Standard. “Pihak prakirawan menyatakan bahwa suhu pagi yang lebih sejuk akan bertahan hingga hari Jumat. Kondisi cuaca diperkirakan akan memburuk selama akhir pekan seiring berkembangnya sistem tekanan rendah tersebut, yang akan membawa angin lebih kencang dan gelombang besar ke pesisir Guangdong. Observatorium akan memantau kecepatan angin setempat untuk menentukan apakah perlu mengeluarkan Peringatan Angin Monsun Kencang (‘Strong Monsoon Signal’),” tulis The Standard.
Sebuah sirkulasi siklonik sedang terbentuk saat angin monsun bergerak ke selatan dan bertemu dengan angin barat daya di wilayah tengah Laut Tiongkok Selatan. Sistem ini berpotensi menguat menjadi depresi monsun atau siklon tropis.
Model komputer dari Eropa dan Amerika Serikat memproyeksikan sistem ini akan bergerak menuju Pulau Hainan, menjauhi wilayah pesisir. Namun, model dari Korea Selatan memprediksi jalur yang lebih dekat ke Guangdong, di mana sistem tersebut berkembang menjadi siklon yang lebih kuat dengan sabuk hujan yang dapat berdampak pada wilayah tersebut pada awal pekan depan.
Situasi ini menyerupai kondisi saat Topan Lekima terjadi pada Oktober 2007, yang melintas sekitar 650 km di barat daya Hong Kong. Meskipun angin kencang terus bertiup di Cheung Chau, Observatorium hanya mengeluarkan Peringatan Angin Monsun Kencang, bukan Peringatan Angin Kencang No. 3 (“No. 3 Strong Wind Signal”). Hal ini memicu perdebatan publik mengenai apakah seharusnya peringatan siklon tropis dikeluarkan.
Observatorium mencatat bahwa jika sistem tersebut tetap menjaga jarak, cuaca setempat akan lebih banyak dipengaruhi oleh angin monsun timur laut. Masyarakat diimbau untuk terus memantau prakiraan cuaca dan mengambil langkah pencegahan saat melakukan aktivitas di luar ruangan atau di perairan.




