Umat Muslim sudah melewati bulan Rajab dan berada di penghujung bulan Sya’ban. Pertanyaan yang paling sering muncul di momen-momen saat ini adalah: tanggal berapa puasa Ramadan dimulai?
Bagi umat Muslim, Ramadan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender, melainkan momen besar yang mengubah ritme hidup, pola ibadah, dan kebiasaan sehari-hari selama satu bulan penuh. Untuk tahun 1447 Hijriah, berdasarkan perhitungan kalender Hijriah dan estimasi hisab, puasa Ramadan 2026 diperkirakan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Namun seperti biasa, penetapan resminya tetap menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Agama.
Mengetahui perkiraan tanggal ini jauh-jauh hari bukan hanya membantu dalam perencanaan aktivitas, tetapi juga memberi waktu untuk melakukan persiapan yang lebih matang, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Ramadan sering kali terasa datang begitu cepat. Tiba-tiba sudah masuk malam tarawih, sementara tubuh, pikiran, dan rutinitas belum sepenuhnya siap. Padahal, para ulama menganjurkan untuk menyambut Ramadan dengan persiapan sejak jauh hari.
Persiapan ini bukan hanya soal stok bahan makanan atau jadwal kerja, tetapi juga tentang membangun kesiapan ibadah. Karena Ramadan adalah bulan di mana kualitas ibadah meningkat, ritme tidur berubah, dan energi terkuras lebih besar dari biasanya. Mengetahui tanggal puasa Ramadan 2026 memberi kesempatan untuk memulai adaptasi lebih awal.
Persiapan Ramadan idealnya dimulai beberapa minggu sebelumnya. Tubuh perlu dibiasakan dengan pola makan yang lebih teratur agar tidak kaget saat sahur dan berbuka. Mengurangi konsumsi gula berlebihan, kafein, serta memperbaiki jam tidur membantu tubuh lebih siap menjalani puasa.
Di sisi lain, persiapan spiritual juga tidak kalah penting. Mulai membiasakan tilawah Al-Qur’an, memperbaiki salat tepat waktu, dan mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat adalah langkah awal agar Ramadan tidak terasa berat.
Banyak orang merasakan Ramadan terasa melelahkan bukan karena puasanya, tetapi karena kurangnya persiapan sebelum masuk bulan tersebut. Puasa Ramadan di masa sekarang memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Ritme hidup yang semakin cepat, tuntutan pekerjaan yang tinggi, serta paparan digital yang terus-menerus membuat fokus ibadah lebih mudah terpecah.
Bekerja dalam kondisi puasa, menghadapi layar sepanjang hari, dan tetap menjaga produktivitas menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi kebiasaan begadang yang membuat tubuh kurang istirahat saat harus bangun sahur. Selain itu, kondisi cuaca yang cenderung tidak menentu juga bisa memengaruhi stamina dan keehatan saat berpuasa.
Karena itu, strategi menjalani puasa Ramadan 2026 perlu disiapkan dengan lebih sadar. Mengatur jadwal kerja, mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, serta menjaga asupan nutrisi saat sahur dan berbuka menjadi kunci.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga kualitas ibadah. Tantangan terbesar sering kali bukan rasa lapar, melainkan rasa lelah dan kantuk yang membuat ibadah terasa berat.
Mengatur pola tidur, tidur lebih awal, dan mengurangi aktivitas malam yang tidak perlu membantu tubuh tetap bugar. Memilih makanan sahur yang tahan lama seperti karbohidrat kompleks, protein, dan cukup air juga membantu menjaga energi sepanjang hari.
Di tengah aktivitas yang padat, penting menyadari bahwa Ramadan adalah momen memperlambat ritme hidup untuk memberi ruang lebih besar bagi ibadah. Mengetahui kapan puasa Ramadan dimulai seharusnya menjadi pemicu untuk mulai memperbaiki kebiasaan. Mengurangi konsumsi media sosial berlebihan, memperbaiki manajemen waktu, dan melatih disiplin diri akan sangat membantu saat Ramadan tiba.
Ramadan adalah bulan latihan. Latihan mengendalikan diri, menata waktu, dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia. Jika persiapan dilakukan dengan baik, puasa Ramadan 2026 tidak hanya terasa lebih ringan, tetapi juga lebih bermakna.
Ramadan tidak datang untuk mengejutkan, tetapi untuk disambut. Dengan mengetahui perkiraan tanggalnya, mempersiapkan fisik, mental, dan spiritual sejak jauh hari, kita bisa menjalani bulan suci ini dengan lebih tenang dan maksimal.
Semoga puasa Ramadan 1447 H menjadi momen perbaikan diri yang utuh, bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi bulan yang mengubah kebiasaan dan meningkatkan kualitas ibadah. (Sumber: Dompet Dhuafa)




