Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan berdarah di depan Konsulat Amerika Serikat (AS) di Karachi, Pakistan. Korban jiwa jatuh setelah personel Marinir AS melepaskan tembakan ke arah massa yang mencoba menyerbu gedung tersebut.
Berdasarkan keterangan otoritas rumah sakit setempat, jumlah korban tewas dalam insiden di konsulat tersebut mencapai sedikitnya 10 orang.
Pejabat AS menyatakan bahwa aksi protes tersebut memanas ketika para demonstran mencoba merangsek masuk ke area konsulat dan mendorong gerbang utama. Dalam kerumunan massa, terlihat beberapa pengunjuk rasa membawa bendera Hizbullah, sebagaimana dikutip Kompas dari Wall Street Journal, Selasa (3/3/3036).
Menanggapi upaya penerobosan tersebut, personel Marinir yang berjaga di lokasi melepaskan tembakan. Pejabat berwenang menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena adanya pelanggaran batas keamanan.
“Para Marinir mengikuti pelatihan mereka dan melepaskan tembakan sebagai akibat dari pelanggaran tersebut,” ujar salah satu pejabat AS.
Gelombang protes di Karachi ini pecah menyusul serangan gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026). Laporan mengenai Marinir AS yang melepaskan tembakan ini sebelumnya juga telah dikabarkan oleh Reuters. Hingga saat ini, situasi di sekitar lokasi dilaporkan masih dalam pengawasan ketat.




