Buat pekerja migran Indonesia (PMI) Hong Kong yang hobi hiking alias mendaki, harus betul-betul melakukan persiapan yang baik dan matang jika hendak mendaki. Seorang instruktur pendakian gunung dan panjat tebing Conway Leung mendesak para pendaki di Negeri Beton untuk selalu memeriksa ramalan cuaca dan membawa perlengkapan keselamatan dasar.
Imbauan ini disampaikan Conway dalam program radio RTHK pada hari Selasa (7/4/2026), menyusul penyelamatan seorang pria bernama He Chengen yang hilang saat mendaki di Tuen Mun, sehari sebelumnya. Pria berusia 79 tahun itu hilang sejak Sabtu (4/4/2026), ketika ia terpisah dari istrinya saat badai hujan. Tim penyelamat menemukannya pada hari Senin di lereng dekat sebuah kuil di Bagian No. 10 Jalur MacLehose di Taman Nasional Tai Lam.
Menurut Conway, bagian jalur yang dipilih pasangan itu umumnya dianggap sangat mudah. Sebagian besar terdiri dari jalan beton yang aman untuk pejalan kaki biasa. Namun, ia mencatat bahwa hari mereka mendaki terjadi cuaca buruk, termasuk peringatan badai hujan tingkat amber.
“Para pendaki bahkan tidak seharusnya berjalan di dataran tinggi dalam cuaca seperti ini. Orang-orang berisiko tersambar petir bahkan di daerah dataran rendah. Cuacanya dingin dan hujan deras, dan dia tidak membawa perlengkapan apa pun. Di usianya, terpeleset sangat mudah terjadi,” kata Conway, seperti dikutip RTHK.
Conway menekankan bahwa semua pendaki, terutama mereka yang tidak terbiasa dengan medan pendakian Hong Kong, harus selalu memeriksa ramalan cuaca sebelum berangkat. “Pada bulan April, cuacanya sangat lembap dan hujan. Anda tidak bisa menikmati pemandangan. Ada banyak pusat perbelanjaan untuk dikunjungi. Mengapa mendaki dalam hujan deras seperti ini?” ujarnya.
Conway juga menunjukkan bahwa peralatan sederhana dapat membuat perbedaan yang sangat penting, mencatat bahwa jika pria itu membawa peluit atau telepon seluler, upaya penyelamatan akan jauh lebih cepat. “Bahkan tanpa baterai, polisi dapat melacak telepon Anda,” katanya. “Sebuah peluit akan menyelamatkannya dari kesulitan harus berteriak selama dua malam,” ujar Conway.
Perlengkapan penting lainnya termasuk jaket hujan dan air yang cukup, tambah Leung. “Ini bukan soal usia, ini soal sikap dan persiapan,” ujarnya.
Pendaki senior itu juga mengingatkan para pendaki untuk tidak pernah berpisah dari teman-teman mereka dan selalu saling mengawasi.





