Pekerja migran Indonesia (PMI) Hong Kong harus mengetahui adanya ketentuan hukum larangan jua-beli tak berizin, atau sekadar melakukan serah terima barang hasil jualan online did alam stasiun Mass Transit Railway (MTR). Berdasarkan MTR, tidak ada seorang pun yang diperbolehkan menjual, memamerkan, atau menawarkan barang atau jasa di area kereta api tanpa izin tertulis dari MTR Corporation.
“Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai denda maksimal HK$5,000 dan hukuman penjara enam bulan,” tulis The Standard.
MTR sebelumnya telah mengambil tindakan terkait transaksi komersial di dalam stasiun. Menurut laporan terdahulu, pada tahun 2015, petugas sempat menegur orang-orang yang melakukan serah terima barang hasil pembelian onnline atau daring di Stasiun Mong Kok dan mencatat data pribadi mereka. Saat itu, operator kereta api tersebut menegaskan kembali bahwa kegiatan bisnis atau perdagangan tanpa izin dilarang di area MTR.
Hal ini sedang menjadi sorotan di Hong Kong. Pemicunya, seorang pemilik toko di Sham Shui Po memindahkan lokasi serah terima barang dengan pelanggan ke luar area MTR setelah nyaris melakukan transaksi di dalam stasiun. Kejadian ini memicu kembali perdebatan daring mengenai aturan yang mengatur penjualan pribadi dan pertukaran barang di jaringan kereta api tersebut.
Pemilik toko, yang menjual produk pembersih rumah dan mobil, membagikan pengalamannya di platform Threads setelah mengatur pertemuan dengan pelanggan di Stasiun Sham Shui Po pada hari Senin (24/8/2026). Menurut unggahan tersebut, pelanggan melihat dua petugas MTR sedang menanyai tiga pria di dekat gerbang keluar dan memberi tahu pemilik toko, lalu menyarankan agar mereka bertemu di luar stasiun saja.
Pemilik toko kemudian mengunggah foto-foto kejadian tersebut dan menyatakan akan memindahkan lokasi serah terima di masa mendatang ke tepi jalan atau ke toko fisiknya “sampai situasi mereda.” Unggahan itu dengan cepat menarik perhatian warganet. Beberapa pengguna mengaku terkejut mengetahui bahwa transaksi komersial di area MTR dapat melanggar peraturan kereta api.
Pengguna lain mempertanyakan batasan antara transaksi komersial dan sekadar menyerahkan barang kepada teman atau anggota keluarga, sementara sebagian lainnya bertanya-tanya bagaimana petugas bisa memastikan apakah telah terjadi pertukaran uang. MTR Corporation menyampaikan kepada Sing Tao Daily pada hari Selasa (25/8/2026) bahwa, berdasarkan catatan mereka, petugas yang terlihat di Stasiun Sham Shui Po pada hari Senin itu sedang melakukan pemeriksaan tiket, bukan operasi yang menargetkan kegiatan serah terima barang.
Operator kereta api tersebut menambahkan bahwa petugas stasiun melakukan patroli rutin untuk menjaga kelancaran jalur pejalan kaki dan dapat memberikan saran, mengeluarkan peringatan, atau mengambil tindakan lain yang sesuai jika penumpang menyebabkan gangguan. Pemberitahuan juga dipasang di stasiun-stasiun untuk mengingatkan masyarakat bahwa kegiatan serah terima barang tidak diperbolehkan di area MTR, baik di area berbayar maupun area bebas tiket.




