Dompet Dhuafa bersama para stakeholder dan pemerintah Sumatera Barat menyelenggarakan peresmian revitalisasi kawasan ekowisata dan UMKM pascabencana banjir Sumatra pada Selasa (14/2/2026) di Kawasan Lestari Alam Glamping, Aduriang, Padang Pariaman, Sumatra Barat. Acara peresmian yang dihadiri oleh 50 penerima manfaat ini termasuk dalam program pemulihan ekonomi pascabencana oleh Dompet Dhuafa. Tujuannya, untuk menghidupkan kembali siklus mata pencaharian para pelaku wisata.
Peresmian revitalisasi kawasan ekowisata dan UMKM ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat, Syaifullah; Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini; Ketua Pengurus Indonesia Berdaya, Anna Rahmawati; Wali Nagari Lubuk Alung, Wali Jorong, Kepolisian, Koramil, serta rekan-rekan media, para pemengaruh (Influencer), dan penerima manfaat program.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, menuturkan bahwa upaya revitalisasi kawasan ekowisata di Lestari Alam Glamping ini adalah untuk mengembalikan tempat ini sebagai lokasi pariwisata dan juga mendukung para penyintas bencana melanjutkan kehidupanya untuk mencari nafkah kembali. “Pemulihan di bidang ekonomi ini sangat penting, karena setelah para penyintas terpenuhi kebutuhan-kebutuhan mendesaknya, selanjutnya mereka akan dihadapkan dengan realitas harus mencari nafkah dengan kemampuanya sendiri. Dan dalam kesempatan ini, dukungan pada sektor-sektor usaha memberikan kesempatan kepada para penyintas untuk bekerja dan berwirausaha dengan sarana yang dimiliki oleh mereka sendiri, sehingga kehidupanya terus berlanjut,” ujar Juwaini.
Rasa sukur yang sangat mendalam disampaikan oleh Syaifullah selaku Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat. Pemulihan sektor ekonomi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk bangkit segera dari keterputukan ekonominya.
“Saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dompet Dhuafa yang telah meluncurkan program recovery ekonomi, khususnya untuk di Lestari Alam Glamping ini. Kita tahu bahwa sarana prasara masyarakat mencari usaha banyak yang hancur dan ini memberikan harapan yang berkelanjutan untuk mereka. Semoga ini juga diikuti oleh lembaga lembaga filantropi lainya,” ujar Syaifullah.
Lestari Alam Glamping diinisiai oleh local leader, yaitu Ritno Kurniawan yang telah bekerja sama dengan Dompet Dhuafa sejak 2024. Ritno dengan gigih mengajak masyarakat sekitar untuk melestarikan alam dengan memberikan mata pencaharian alternatif, yakni sebagai pemandu wisata atas potensi alam yang ada di Lubuk Aluang, salah satunya adalah wisata rafting di Sungai Batang Anai.
Ketua Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya, Anna Rahmawati, mejelaskan bahwa dukungan yang diberikan oleh Dompet Dhuafa bersama Indonesia Berdaya bertujuan untuk memulihkan kembali sarana prasarana yang memadai agar kawasan Lestari Alam Glamping ini dapat beroperasi kembali dan dikunjungi oleh wisatawan. “Jadi sebelum bencana tepatnya tahun 2024, kami sudah bekerja sama menambah fasilitas yang ada di kawasan ini. Di antaranya toilet bersih, musala, beberapa perlengkapan glamping seperti kasur, tenda, dan lain sebagainya. Namun setelah bencana, akses jalan menuju ke sini terputus, sehingga kami turut membantu mengembalikan akses jalan, dan membangun saluran air, sehingga tempat ini dapat layak untuk dikunjungi oleh wisatawan,” ujar Anna.
Dompet Dhuafa dan Indonesia Berdaya berharap, revitalisasi ini dapat memicu kolaborasi lanjutan dengan stakeholder dan masyarakat setempat agar tempat wisata ini dapat hidup dan memberikan kehidupan untuk masyarkat penyintas bencana, sehingga harapan hidup dan kesejahteraanya dapat pulih kembali. [Sumber: Dompet Dhuafa]




