Penyintas bencana banjir dan longsor menjemput tarawih perdana di Meunasah Al-Hijra di Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Rabu (18/2/2026) malam. Meunasah ini dibangun dari kumpulan solidaritas para donatur Dompet Dhuafa.
Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti hati para jemaah. Sebab, di tengah kehidupan yang cukup sulit usai bencana, akhirnya Ramadan datang juga. Meski harus dihadapi dengan banyak keterbatasan, namun hati mereka tetap penuh dengan sukacita.
Meunasah Al-Hijra sendiri bukan sekadar bangunan fisik. Bagi masyarakat Blang Awe, ia adalah simbol kebangkitan dan harapan. Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah ini pada akhir 2025 lalu telah meninggalkan duka mendalam, merenggut harta benda, dan merusak berbagai fasilitas umum, termasuk tempat ibadah. Selama masa pemulihan, masyarakat terpaksa mencari alternatif tempat untuk beribadah, sering kali dengan fasilitas seadanya.
Alhamdulillah, semangat gotong royong dan kepedulian dari donatur Dompet Dhuafa dapat mewujudkan impian mereka akan kehadiran meunasah yang layak. Proses pembangunan Meunasah Al-Hijra memakan waktu dan melibatkan banyak pihak, ini menunjukkan komitmen kuat untuk membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.
“Pembangunan Meunasah ini bukan sekadar mendirikan struktur bangunan, melainkan simbol tegaknya kembali ukhuwah dan semangat gotong royong kita. Di atas pondasi keikhlasan para donatur dan peluh keringat warga, kita bangun rumah ibadah ini sebagai tempat suci yang akan merekatkan kembali hati yang sempat terkoyak bencana. Mari kita jaga harmoni ini, karena Meunasah ini adalah milik bersama, dari kita dan untuk kita semua,” kata Wakil Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Herdiansah di lokasi.
Kehadiran Meunasah Al-Hijra juga diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan positif lainnya bagi masyarakat, seperti pengajian, pendidikan agama untuk anak-anak, dan berbagai pertemuan komunitas. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam upaya pemulihan pasca-bencana, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga spiritual dan sosial.
Dompet Dhuafa terus berkomitmen untuk mendampingi masyarakat yang terdampak bencana. Pembangunan Meunasah Al-Hijra adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, menunjukkan bahwa solidaritas dan kepedulian dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan sesama.
Dengan semangat Ramadan yang menyala, para penyintas di Blang Awe siap memulai ibadah tarawih perdana mereka di Meunasah Al-Hijra. Momen ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, melainkan juga perayaan kebangkitan, harapan, dan indahnya kebersamaan dalam menghadapi setiap cobaan. [Sumbber: Dompet Dhuafa]




