Kasus flu di Hong Kong dan Indonesia sedang marak dan meningkat. Baik kita yang sedang di rantau maupun keluarga tercinta di kampung halaman harus lebih waspada menjaga kesehatan.
Flu sendiri sering membuat seseorang merasa tidak nyaman. Mulai dari hidung tersumbat hingga tubuh terasa lemas. Makanan dan minuman dingin acapkali dihindari, tetapi sebenarnya bolehkah minum air es atau air dingin saat flu?
Minuman dingin pada dasarnya tetap dapat dikonsumsi selama tubuh dapat menerimanya dan kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Laman Health New Zealand, seperti dikutip CNN Indonesia, menjelaskan bahwa orang yang sedang mengalami infeksi seperti flu perlu minum cukup cairan untuk membantu tubuh melawan infeksi dan mendukung proses pemulihan.
Bahkan, es batu atau es loli dapat menjadi pilihan ketika seseorang kesulitan minum dalam jumlah banyak sekaligus. Jadi, tidak ada anjuran yang melarang konsumsi minuman dingin selama flu. Sebenarnya, hal yang lebih penting adalah memastikan tubuh mendapatkan setidaknya 8 gelas cairan per hari, meskipun rasa haus tidak terlalu terasa.
Selain air putih, beberapa pilihan cairan yang dapat dikonsumsi, antara lain susu, teh atau teh herbal, kopi, jus buah, sup, es loli atau es balok. Jika sulit menghabiskan segelas minuman sekaligus, cobalah minum sedikit demi sedikit setiap beberapa menit. Mengisap es batu juga dapat menjadi alternatif untuk membantu asupan cairan.
Mengapa cairan penting saat flu? Infeksi saluran pernapasan seperti flu dapat disertai penumpukan lendir di paru-paru. Kekurangan cairan dapat membuat lendir menjadi lebih kental dan sulit dikeluarkan, sehingga risiko komplikasi seperti pneumonia dapat meningkat.
Beberapa tanda tubuh mungkin tidak mendapatkan cukup cairan, meliputi mulut kering, rasa haus berlebihan, urine berwarna gelap, jarang buang air kecil, tubuh mudah lelah, detak jantung meningkat, kebingungan. Sebaliknya, urine berwarna kuning muda dan buang air kecil setiap 3-4 jam dapat menjadi tanda asupan cairan cukup.



